Bulu tangkis yang kita kenal sekarang adalah olahraga modern yang terorganisir, namun akarnya dapat dilacak jauh ke belakang. Warisan Kuno dari berbagai peradaban telah memberikan kontribusi signifikan. Permainan-permainan sederhana di Tiongkok dan Yunani, meskipun berbeda, menjadi fondasi bagi evolusi bulu tangkis modern.
Di Tiongkok, ada sebuah permainan bernama Jianzi. Permainan ini melibatkan menendang sebuah kok yang terbuat dari bulu dan karet. Tujuannya adalah menjaga kok tetap melayang di udara selama mungkin, tanpa menggunakan tangan atau raket.
Meskipun Jianzi berbeda dari bulu tangkis, konsep dasarnya sangat relevan. Ia mengajarkan koordinasi mata-kaki yang baik dan kesadaran spasial, keterampilan yang juga penting dalam bulu tangkis. Permainan ini menjadi bukti Warisan Kuno yang berharga.
Jejak lain dapat ditemukan di Yunani kuno. Masyarakat Yunani kuno dan Romawi memiliki permainan bernama Tambour, yang dimainkan dengan tangan atau raket kecil. Permainan ini menggunakan bola atau kok yang dipukul bolak-balik.
Permainan ini, meskipun tidak menggunakan kok berbulu seperti bulu tangkis modern, menunjukkan bahwa konsep memukul objek dengan raket atau tangan sudah ada sejak lama. Ini adalah bukti adanya Warisan Kuno yang tersebar luas.
Selain itu, di Inggris, ada permainan yang sangat mirip dengan bulu tangkis bernama Battledore and Shuttlecock. Permainan ini populer di kalangan bangsawan sejak abad pertengahan. Tujuannya adalah memukul kok bolak-balik tanpa jatuh ke tanah, tanpa jaring.
Permainan Battledore and Shuttlecock kemudian dibawa oleh perwira militer Inggris ke India pada abad ke-19. Di sana, permainan ini dimodifikasi dan dikembangkan menjadi olahraga kompetitif dengan aturan dan jaring.
Permainan yang disempurnakan di India ini dikenal sebagai Poona. Dari Poona, bulu tangkis dibawa kembali ke Inggris dan kemudian dinamai “Badminton” setelah dimainkan di Badminton House.
Warisan Kuno ini menunjukkan bahwa bulu tangkis bukanlah penemuan tunggal. Ia adalah hasil dari evolusi yang panjang, di mana ide-ide dari berbagai budaya saling memengaruhi dan beradaptasi seiring waktu.
