Permainan ganda bulu tangkis modern didominasi oleh kecepatan dan agresi. Pasangan yang sukses tidak hanya mahir menyerang, tetapi juga memiliki pertahanan yang tak tertembus, terutama saat lawan melancarkan serangan bertubi-tubi di depan net. Kunci untuk Menguasai Defence Ganda adalah memahami rotasi, posisi tubuh, dan teknik pengembalian yang cerdas, bukan hanya mengandalkan refleks cepat. Pertahanan yang solid memungkinkan sebuah pasangan bertahan dari tekanan tinggi, membalikkan momentum, dan menciptakan peluang balik serang yang mematikan. Tim-tim papan atas dunia, seperti yang ditunjukkan oleh pasangan Cina di Final Kejuaraan Dunia BWF 2023, membuktikan bahwa kemampuan bertahan yang unggul adalah prasyarat mutlak untuk memenangkan gelar.
Strategi pertama untuk Menguasai Defence Ganda adalah perubahan formasi dari menyerang ke bertahan secara instan. Saat diserang, formasi harus berubah dari front-back (satu di depan, satu di belakang) menjadi side-by-side (berdampingan). Perubahan formasi ini harus dilakukan secepat kilat. Saat smash datang, kedua pemain harus berada di tengah lapangan, membagi area pertahanan menjadi kiri dan kanan. Pukulan smash yang datang ke tengah adalah tanggung jawab pemain yang menggunakan tangan dominan (tangan kanan biasanya bertanggung jawab di area forehand). Penguasaan posisi ini dilatih secara intensif di Pelatnas Cipayung setiap hari Rabu sore, dengan sesi khusus yang fokus pada side-to-side shuffle dan reaksi balik.
Teknik pengembalian yang cerdas adalah pilar kedua dari Menguasai Defence Ganda. Saat diserang dengan smash keras, tujuan utama pengembalian bukanlah untuk menyerang balik, melainkan untuk memutus rantai serangan lawan dan memaksa mereka mengangkat bola atau melakukan kesalahan. Ada dua jenis pengembalian yang efektif:
- Pengembalian Datar dan Rendah (Drive Block): Teknik ini digunakan untuk mengembalikan smash dengan arah mendatar tepat di atas net menuju area tubuh lawan. Tujuan utamanya adalah untuk memblokir, bukan menembak, sehingga memaksa back-player lawan untuk melakukan drive atau clear yang kurang maksimal.
- Pengembalian Silang dan Tipis (Cross-Court Lift): Teknik ini digunakan untuk mengangkat bola tinggi ke sudut terjauh lapangan lawan secara silang. Meskipun terlihat defensif, ini adalah upaya cerdas untuk menggeser posisi lawan, memberikan waktu beberapa detik bagi pasangan kita untuk mengatur ulang formasi dari side-by-side kembali ke front-back (menyerang).
Ketiga, penggunaan pergelangan tangan (wrist power) yang minimal namun presisi sangat penting. Saat menahan smash yang sangat cepat, pemain harus menghindari ayunan lengan besar. Sebaliknya, gunakan pergelangan tangan untuk memantulkan atau mengarahkan shuttlecock. Penggunaan pergelangan tangan yang efektif memungkinkan pengembalian yang tipis dan dekat net, atau block datar yang membuat smash balik lawan menjadi sulit. Seorang Pelatih Ganda Putra Indonesia, Pak Agung, pernah menekankan dalam sesi wawancara pada Senin, 29 Januari 2024, bahwa pemain harus memegang raket dengan grip longgar saat bertahan, dan baru mengencangkannya sesaat sebelum kontak dengan shuttlecock untuk mendapatkan flick yang maksimal.
Akhirnya, komunikasi adalah kunci vital. Kedua pemain harus terus berbicara, terutama tentang siapa yang akan mengambil bola di tengah atau di sisi. Pengambilan keputusan yang ragu-ragu (misalnya, kedua pemain sama-sama maju atau sama-sama mundur) adalah celah terbesar yang dicari oleh lawan. Dengan menguasai transisi formasi, teknik pengembalian yang variatif, dan komunikasi yang solid, sebuah pasangan dapat Menguasai Defence Ganda dan mengubah pertahanan mereka menjadi landasan untuk serangan balik yang tak terduga.
