Dalam olahraga bulutangkis, tidak ada pemain yang dapat terus menyerang sepanjang pertandingan. Setiap pemain, bahkan yang paling ofensif sekalipun, pasti akan menghadapi rentetan serangan dan smash keras dari lawan. Kemampuan untuk bertahan secara efektif, mengubah pertahanan menjadi serangan, dan tetap tenang di bawah tekanan adalah ciri khas juara sejati. Kunci untuk bertahan dari serangan mematikan adalah persiapan yang baik dan teknik pengembalian yang cerdas, bukan hanya refleks semata. Inilah inti dari Jurus Bertahan Tanpa Panik: Taktik Mengembalikan Smash Keras Lawan. Dengan teknik dan posisi yang benar, smash terkuat sekalipun dapat dinetralisir, bahkan dimanfaatkan sebagai peluang untuk membalikkan keadaan dan menguras energi lawan.
Taktik pertama dalam Jurus Bertahan Tanpa Panik: Taktik Mengembalikan Smash Keras Lawan adalah posisi dan grip raket. Ketika lawan mengangkat kok tinggi atau memiliki kesempatan untuk melakukan smash, posisi tubuh harus sedikit membungkuk, dengan lutut ditekuk dan berat badan seimbang di kedua kaki (posisi ready stance). Raket harus dipegang menggunakan forehand grip atau thumb grip yang lebih longgar, siap beralih ke backhand grip jika diperlukan. Posisi forehand grip atau backhand grip yang sudah ready ini akan menghemat waktu kritis yang dibutuhkan untuk bereaksi terhadap kecepatan kok yang datang, yang terkadang mencapai kecepatan hingga 400 km/jam. Pemain harus berada di sekitar area tengah lapangan (garis T) untuk memaksimalkan jangkauan ke semua sisi.
Saat smash datang, rahasia utamanya adalah meminimalkan gerakan ayunan besar. Mengayun raket terlalu besar akan menghilangkan waktu respons. Sebaliknya, gunakan kekuatan grip (pergelangan tangan dan jari) dan sedikit dorongan dari lengan bawah (forearm) untuk mengarahkan kok. Terdapat dua opsi pengembalian smash yang paling efektif: pengembalian ke arah netting (depan net) atau pengembalian drive (datar cepat) ke arah belakang lapangan lawan.
Pengembalian netting adalah strategi defensif yang sangat kuat. Kok diarahkan secepat mungkin ke depan net dengan ketinggian yang sangat rendah (tight net shot), memaksa lawan yang baru saja melakukan smash untuk berlari ke depan dan mengubah grip mereka. Strategi ini mematahkan momentum serangan lawan dan memberikan waktu bagi pemain untuk kembali ke posisi tengah. Sebaliknya, pengembalian drive bertujuan menargetkan ruang kosong di belakang atau sisi tubuh lawan, terutama ke backhand lawan. Ini akan memaksa lawan mundur cepat dan melakukan pengembalian yang cenderung lemah. Pada ajang BWF World Championships 2023, terlihat bagaimana pemain tunggal putra sering menggunakan pengembalian drive mendatar menyilang (cross court) sebagai respon langsung terhadap Jurus Bertahan Tanpa Panik: Taktik Mengembalikan Smash Keras Lawan, sukses membalikkan serangan menjadi poin. Kunci dari kedua teknik ini adalah menjaga grip raket tetap rileks hingga momen kontak, kemudian mengencangkannya sesaat untuk mendapatkan kontrol yang presisi.
