Transformasi Ekologis PBSI Bogor Melalui Gerakan Masjid Tanpa Plastik

Bogor, yang dikenal sebagai pusat pembinaan bulu tangkis melalui kompleks Pelatnas-nya, kini mengambil langkah berani dalam isu lingkungan. Melalui program “PBSI Bogor Go Green”, organisasi ini tidak hanya fokus pada ketajaman raket, tetapi juga pada kelestarian alam. Salah satu fokus yang paling menarik dan inovatif adalah penerapan kebijakan masjid tanpa plastik yang berlokasi di dalam kompleks pelatihan tersebut. Langkah ini merupakan sinkronisasi antara nilai spiritual dan tanggung jawab ekologis.

Masjid, sebagai pusat kegiatan ibadah para atlet dan staf, kini bertransformasi menjadi pelopor gerakan ramah lingkungan. Penggunaan botol minum sekali pakai, plastik pembungkus makanan untuk buka puasa sunnah, hingga kantong plastik untuk alas kaki kini ditiadakan. Sebagai gantinya, para atlet didorong untuk menggunakan tumbler dan wadah ramah lingkungan. Hal ini menciptakan budaya baru di lingkungan Pelatnas, di mana kesucian tempat ibadah dijaga selaras dengan kebersihan bumi dari sampah yang sulit terurai.

Kata kunci PBSI Bogor dalam konteks ini menjadi sangat kuat karena menghubungkan kredibilitas organisasi olahraga dengan isu global yang mendesak. Bogor yang sering diguyur hujan memerlukan sistem resapan air yang baik, dan pengurangan limbah plastik adalah langkah kunci untuk mencegah penyumbatan drainase di sekitar area latihan. Para pengurus menyadari bahwa performa atlet juga dipengaruhi oleh kualitas lingkungan tempat mereka tinggal dan berlatih setiap hari. Lingkungan yang asri dan bebas sampah plastik menciptakan oksigen yang lebih bersih dan suasana psikologis yang lebih tenang.

Selain itu, edukasi tanpa plastik ini memberikan dampak jangka panjang bagi karakter para atlet muda. Saat mereka bertanding ke luar negeri atau ke kota lain, mereka membawa kebiasaan disiplin lingkungan ini sebagai identitas baru. Agama mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, dan PBSI Bogor menerjemahkan ajaran tersebut ke dalam kebijakan praktis yang bisa dilihat dan dirasakan langsung. Masjid tanpa plastik di kompleks Pelatnas bukan lagi sekadar tempat sujud, melainkan laboratorium lingkungan hidup.

Secara teknis, audit sampah dilakukan secara berkala untuk memastikan program ini berjalan efektif. Kerjasama dengan komunitas lokal di Bogor juga dijalin untuk mengolah sampah organik yang dihasilkan dari asrama atlet. Pendekatan ini sangat segar karena jarang sekali organisasi olahraga masuk hingga ke ranah manajemen rumah ibadah untuk isu lingkungan. Hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan PBSI di tingkat cabang memiliki kreativitas dalam menyusun program yang relevan dengan zaman.