Pencarian bibit unggul dalam dunia olahraga kini tidak lagi hanya terfokus pada klub-klub besar yang berada di pusat kota, melainkan mulai merambah ke pelosok desa yang selama ini luput dari pengawasan. Sebuah inisiatif menarik yang dijalankan oleh pengurus cabang olahraga bulu tangkis di wilayah hujan ini mendadak menjadi pusat perhatian karena keberhasilannya dalam melakukan pemetaan atlet secara daring. Melalui program pencarian bakat dari PBSI Bogor, banyak anak muda berbakat yang ditemukan melalui kiriman video pendek di media sosial saat mereka sedang bermain di lapangan tanah liat atau balai desa. Strategi ini terbukti sangat efektif untuk menjangkau potensi atlet yang memiliki kemampuan alami luar biasa namun tidak memiliki akses finansial untuk mendaftar di akademi bulu tangkis profesional yang berbiaya tinggi.
Langkah jemput bola yang dilakukan oleh tim pemandu bakat PBSI Bogor melibatkan kunjungan langsung ke lapangan-lapangan kampung untuk melihat secara objektif teknik dasar dan semangat juang para pemain muda tersebut. Banyak ditemukan mutiara terpendam yang memiliki kelincahan kaki dan refleks tangan yang sangat tajam, yang biasanya terasah karena kebiasaan bermain di luar ruangan dengan peralatan seadanya. Begitu ditemukan kandidat yang potensial, pihak organisasi akan memberikan beasiswa penuh untuk bergabung dalam pusat pelatihan daerah, termasuk biaya pendidikan formal dan asrama. Pendekatan humanis dan inklusif ini memberikan harapan baru bagi anak-anak desa bahwa impian untuk menjadi pemain profesional kelas dunia bukanlah hal yang mustahil untuk diraih melalui jalur prestasi yang jujur dan terbuka bagi siapa saja.
Viralitas program ini di wilayah Bogor juga memicu semangat para orang tua untuk lebih aktif mendukung minat anak-anak mereka dalam berolahraga sejak usia dini. Kerja sama antara PBSI Bogor dengan perangkat desa dan guru olahraga di sekolah-sekolah pinggiran semakin diperkuat guna menciptakan ekosistem kompetisi tingkat lokal yang lebih rutin dan terorganisir. Dengan adanya turnamen antarkampung yang dipantau langsung oleh pelatih berlisensi, para atlet muda memiliki panggung untuk menunjukkan kemampuannya dan mendapatkan jam terbang pertandingan yang cukup. Proses seleksi yang transparan dan tanpa biaya ini menghapus stigma bahwa masuk ke tim daerah harus melalui jalur koneksi, sehingga memotivasi setiap anak untuk berlatih lebih giat demi mengejar mimpi mengenakan seragam kebesaran tim nasional di masa depan.
